Pengusaha Kakao Singapura Lirik Sumbar
PDF Print E-mail
Senin, 16 Jli 2012 | Padang. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, terus menggenjot produksi tanaman kakao daerah ini. Salah satu upaya yang saat ini di lakukan untuk hal tersebut adalah, dengan mendatang pengusaha asing ke Sumbar. Hari ini, salah satu pengusaha yang tertarik dengan kakao Sumbar, mulai menjajaki pembicaraan tersebut dengan serius.

Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim mengatakan, bahwa pengusaha asal Singapura yang berminat ini, akan memberikan bantuan berupa pelatihan-pelatihan kepada para petani kakao Sumbar, sehingga akan meningkatkan hasil kakao di daerah ini. Menurutnya, hal yang sama juga telah di lakukan pengusaha ini di daerah Sulawesi, yang akan berlanjut dengan pendirian pabrik kakao di daerah binaan tersebut.

Wagub juga menambahkan, selain membina para petani kakao, pengusaha asal Singapura ini juga akan membeli hasil kakao para petani dengan harga yang sesuai dengan pasar. Namun MK membantah, bahwa pengusaha tersebut akan memonopoli penjualan kakao di Sumbar.

Ia juga mengatakan, saat ini lirikan kakao dunia, lebih memilih asia dan Amerika selatan, setelah terjadinya gejolak politik di Pantai Gading. Saat ini lahan kakao di Sumbar mencapai 117 ribu hektare, dan baru menghasilkan 60 ribu ton kakao dari jumlah luas lahan yang ada. Namun Wagub menargetkan, luas lahan kakao di Sumbar akan mencapai 200 ribu hektar lahan kakao pada tahun 2015 mendatang. Hal ini mengingat, besarnya kekurangan kebutuhan kakao dunia, yang mencapai 130 ribu ton.

Dan untuk bisa didirikan pabrik kakao di Sumbar, maka para petani harus menghasilkan kakao sebanyak 160 ribu ton pertahun. Menurut Pengusaha Kakao Singapura, Peter mengatakan, bahwa potensi tersebut bisa di capai oleh Sumbar. Apalagi pada 10 tahun yang lalu, Sumbar merupakan penghasil kakao terbesar di Indonesia. (RNS)
 
Untuk dapat mendengarkan radio ini anda harus menginstall flash player klik disini untuk download
pupupu