Wartawan Kesal, Pemboran Geothermal Gagal
PDF Print E-mail
Sabtu, 22 September 2012 | Padang. Penajakan atau pengeboran pertama Sumur Eksplorasi Energi Panas Bumi atau Geothermal oleh PT. Supreme Energy Muara Laboh di Solok Selatan gagal dilakukan Jum'at (21/9). Pada saat prosesi pengeboran pertama, tiang penyangga bor tidak berdiri sesuai yang direncanakan. Padahal, prosesi ini sengaja di hadiri Dirjen Ketenagalistrigan, Dirjen EBTKE, Pemprov dan DPRD Sumbar, Pemkab dan DPRD Solsel serta President dan CEO PT. Supreme Energy Muaro Laboh, untuk membuktikan adanya sumber panas bumi yang cukup, untuk membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi, yang akan menghasilkan daya 220 MW.

Ass II Pemprov Sumbar, Syahrial mengatakan, ada kesalahan teknis yang terjadi pada saat pemboran dilakukan. Menurutnya, setelah diperbaiki oleh teknisi, dalam waktu 5-6 jam pemboran itu dapat dilaksanakan, meski tidak lagi di lihat secara langsung oleh pejabat dan pihak petinggi perusahaan.

Hal ini jelas cukup memalukan, karena para undangan sengaja datang dari tempat yang jauh, hanya untuk melihat prosesi ini. Bahkan, PT. Supreme Energy yang sudah berdiri sejak akhir 2007 lalu, mengaku sebagai perusahaan yang didirikan oleh para profesional dengan pengalam dan pengetahuan di sektor energi, dan di dukung oleh perusahaan utilitas yang terbesar di dunia dan beriduk di Perancis.

Sementara itu, jelang dilakukannya prosesi pengeboran, para awak media juga sempat dihalangi meninjau lokasi untuk mengabadikan acara. Pihak paniti penyelengara dan security perusahaan, menghalangi mobil media yang sudah meluncur ke lokasi. Meski ada beberapa media yang bisa menuju lokasi, para awak media sudah merasa kesal dengan kejadian tersebut.

Awak media ini pun, memboikot dan tidak melakukan wawancara dengan pihak pengelola. Salah seorang awak media mengatakan, bahwa hal ini sama dengan menghalangi kerja jurnalis. Apalagi menurutnya, selain beberapa rekannya tidak di perbolehkan menuju lokasi meski dengan kendaraan sendiri, mereka juga merasa sudah membuang waktu yang sia-sia, dengan mendatangi tempat tersebut. Apalagi, awak media ini sebagian besar datang dari kota Padang, yang berjarak lebih kurang 250 KM dari lokasi acara.

Sementara itu, pihak Pemkab Solsel sendiri menyayangkan insiden tersebut. Menurutnya, hal ini tidak perlu terjadi, jika ada kordinasi yang jelas dari pihak perusahaan sebagai penyelenggara.(RNS)
 
Untuk dapat mendengarkan radio ini anda harus menginstall flash player klik disini untuk download