PADANG– Teknologi Sepablock produksi PT Semen Padang dipilih Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk membangun 813 unit hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat (Sumbar).
Rencana penggunaan Sepablock itu disampaikan Staf Ahli Menteri PKP Tedy Siagian saat mengunjungi PT Semen Padang, Selasa (11/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Tedy melihat langsung rumah contoh yang dibangun menggunakan teknologi Sepablock sekaligus memastikan kesiapan perusahaan mendukung percepatan pembangunan hunian pascabencana.
Tedy mengatakan bahwa pembangunan huntap tersebut ditargetkan berlangsung pada 2026 dan lokasi pembangunannya tersebar di empat kabupaten dan kota di Sumbar, yaitu Kota Padang, Kabupaten Agam, Kabupaten Lima Puluh Kota, serta Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).
“Kementerian PKP pada tahun ini akan membangun 813 unit hunian tetap di Sumbar. Pembangunannya akan menggunakan teknologi Sepablock produksi PT Semen Padang. Makanya, kunjungan kami ke PT Semen Padang ini bertujuan untuk memastikan dukungan dari SIG melalui anak perusahaannya, yaitu PT Semen Padang, dalam hal suplai kebutuhan Sepablock," kata Tedy.
Pembangunan 813 huntap tersebut menjadi penerapan perdana teknologi Sepablock dalam program penanganan pascabencana. Karena itu, Kementerian PKP berharap agar teknologi tersebut dapat terus dikembangkan dan menjadi salah satu pilihan dalam pembangunan hunian yang aman dan berkualitas.
“Kami berharap produk anak bangsa dari PT Semen Padang ini dapat terus dikembangkan dan menjadi andalan ke depan. Dengan teknologi ini, diharapkan dapat dibangun rumah yang ramah gempa serta memiliki tata udara, pencahayaan, sirkulasi udara, dan sistem proteksi kebakaran yang baik,” ujarnya.
Dalam kunjungannya ke rumah contoh, Tedy mengaku terkesan dengan desain dan konstruksi rumah contoh Sepablock yang berada di PT Semen Padang. Menurutnya, selain memiliki desain yang estetis, teknologi Sepablock tersebut dinilai relatif mudah diterapkan dalam proses pembangunan rumah.
Kemudahan dan efisiensi waktu dalam pembangunan rumah menggunakan Sepablock juga menjadi faktor penting, mengingat pembangunan huntap akan dilakukan dalam jumlah besar. Namun, menurut Tedy, percepatan pembangunan tetap harus diikuti dengan kesiapan tenaga kerja, terutama dalam memahami teknik pemasangan Sepablock sesuai standar.
“Pembangunan huntap dalam jumlah besar tentu membutuhkan tenaga kerja yang memahami cara pemasangan Sepablock. Oleh karena itu, dukungan pelatihan bagi tenaga kerja juga diperlukan agar proses pembangunan dapat berjalan dengan baik dan sesuai standar,” katanya.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan kunjungan Staf Ahli Menteri PKP tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah dan PT Semen Padang dalam mendukung percepatan pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat.
“PT Semen Padang berkomitmen mendukung program pemerintah dalam percepatan pemulihan pascabencana, khususnya melalui penyediaan produk dan teknologi konstruksi yang berkualitas. Sepablock merupakan salah satu inovasi yang kami kembangkan untuk menjawab kebutuhan pembangunan rumah yang efisien, berkualitas, dan sesuai dengan karakteristik wilayah Sumatera Barat,” kata Win.
Kepala Departemen Bisnis Inkubasi Nonsemen & Produk Turunan PT Semen Padang, Ridwan Mukhtar, yang hadir menyambut rombongan Kementerian PKP, mengatakan bahwa perusahaan siap memenuhi kebutuhan Sepablock untuk pembangunan 813 huntap di Sumatera Barat yang akan dibangun Kementerian PKP.
Kesiapan ini, sebut Ridwan, karena PT Semen Padang pada Agustus ini telah meningkatkan kapasitas produksi Sepablock dari sebelumnya berkapasitas produksi untuk 120 unit rumah tipe 36 per bulan menjadi 200 unit rumah tipe 36 per bulan.
“Insyaallah, bulan ini kapasitas produksi Sepablock akan kami tingkatkan dari kebutuhan 120 unit menjadi 200 unit rumah tipe 36 per bulan. Peningkatan kapasitas ini dilakukan agar PT Semen Padang dapat memenuhi kebutuhan pembangunan huntap oleh Kementerian PKP,” ujar Ridwan.
PT Semen Padang juga telah menyiapkan stok Sepablock yang cukup untuk pembangunan sekitar 300 unit rumah. Dengan stok yang tersedia dan tambahan kapasitas produksi tersebut, PT Semen Padang optimistis kebutuhan Sepablock untuk 813 unit huntap dapat dipenuhi secara bertahap hingga November 2026.
“Kami siap mendukung program Kementerian PKP. Dengan stok yang tersedia dan peningkatan kapasitas produksi yang kami lakukan, Insyaallah kebutuhan Sepablock untuk membangun lebih dari 800 huntap di Sumbar dapat kami penuhi secara bertahap," pungkas Ridwan.(*)
Keep reading
More from Hot Release
Hot Release
Badminton Cup 2026 Semarakkan HUT ke-26 FKIKSP, 32 Pasangan se-Sumbar Unjuk Kemampuan
Forum Komunikasi Istri Karyawan Semen Padang (FKIKSP) membuka rangkaian peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-26 dengan menggelar Badminton Cup FKIKSP 2026 di GOR PT Semen Padang, Minggu (13/9/2026). Turnamen yang diikuti 32 pasangan dari berbagai persatuan bulu tangkis (PB) di Sumatera Barat itu berlangsung meriah dan penuh semangat sportivitas.
Hot Release
Petani Aur Malintang Belajar Olah Kaliandra Jadi Pakan, Didukung Mesin Pencacah dan Pembuat Pelet
Daun kaliandra yang selama ini lebih dikenal masyarakat sebagai tanaman hijauan dan bahan baku energi terbarukan mulai dilirik petani di Nagari III Koto Aur Malintang Selatan, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, untuk diolah menjadi pakan ternak dan pakan ikan.
Hot Release
4 Tim Inovasi Semen Padang Siap Mengguncang Kompetisi Internasional di Bangkok dan Bali
Empat tim inovasi PT Semen Padang bersiap membawa karya perusahaan ke kompetisi internasional di Bangkok, Thailand, dan Bali. Keempat tim tersebut adalah SEPABLOCK, CIPITIH, BOF 8, dan VOLTAPRO.