Mengenal Generasi Pertama Classy FM yang Tersisa

Senin, 25 Maret 2019 pada 02:37

Lelaki yang akrab dipanggil Freddy ini, saat bergabung di Classy FM ditempatkan sebagai staf teknis pada Desember 1999 silam. Saat itu, ia turut serta dalam proses pemasangan peralatan radio, mulai dari tower, pemancar hingga studio. "Saat saya gabung, Classy FM dalam proses setting peralatan, jadi masih belum mengudara, tuturnya di kantor Classy FM, Lantai dua GSG Semen Padang, Jumat, 17 Maret 2017.

Bagi Lulusan D3 Politeknik Negeri Padang ini, bergabung dengan Classy FM di tahun 1999 merupakan hal yang tepat dan beruntung. "Karena pada saat itu saya memiliki kesempatan untuk mendalami dan memahami peralatan radio karena pada saat itu saya belum memiliki pemahaman yang cukup tentang peralatan radio dan tidak pernah bekerja di bidang radio sebelumnya," ungkap lelaki berusia 40 tahun ini.

Dengan perkembangan dunia radio yang sangat pesat, termasuk dengan perkembangan teknologinya, Ia merasa beruntung bisa bergabung dengan Classy FM di waktu yang tepat karena bisa menyelami dunia radio saat itu. "Karena hal itu tidak saya dapat di pendidikan formal. Saat pendidikan formal, saya hanya mengenal mengenai peralatan radio melalui modul-modul yang disajikan, namun saat di sini saya mempelajari semuanya," jelas lelaki berkulit sawo matang ini.

Seiring berjalan waktu, karir Freddy juga terus berkembang, mulai dari menjabat sebagai Kepala Departemen Teknis Classy FM, hingga saat ini sebagai Manajer Radio Classy FM. Posisi sebagai Manajer baginya menjadi tantangan baru, mengingat latar belakangnya seorang teknisi. Ia mengaku sempat kaget ketika perusahaan menunjuknya sebagai manajer tanpa latar belakang program dan ilmu manajerial yang cukup.
"Walaupun sebagai manajer dan telah mengabdi di perusahaan selama 17 tahun, namun kalau ditanya berapa kali on air, jawabannya tak kurang dari 10 kali," ungkapnya sambil tertawa. Hal itu karena latar belakangnya teknik sehingga untuk hal-hal yang berhubungan dengan dunia kepenyiaran, ia tidak terlalu terlibat.

"Yang benar-benar siaran itu saat acara-acara penting, seperti ulang tahun saat sekarang ini. Dan siaran pertama itu saat ulang tahun Classy FM di tahun 2009," tutur lelaki yang akrab di panggil Bang Fred ini bagi rekan-rekannya di kantor.

Selain itu, tidak punya latar belakang dalam dunia kepenyiaran memacu Freddy untuk terus belajar dan belajar lagi soal dunia radio, baik soal penyiaran, program, manajerial dan lainnya. "Tidak punya latar belakang program, sehingga saya berusaha untuk belajar banyak, termasuk ilmu manajerial, karena bagi saya, amanah harus dijalankan dengan penuh tanggungjawab,” ujarnya.

Dalam perjalanannya, Freddy melihat banyak tantangan yang dihadapi, termasuk tantangan terbesar radio saat ini. Menurutnya tantangan terbesar radio saat ini adalah bagaimana menciptakan program siaran yang kreatif sehingga masyarakat tetap loyal dalam mendengarkan radio.

"Apalagi Classy FM yang tahun ini berusia 17 tahun. Berada di era digital, yang mau tidak mau harus terus berkreasi agar terus dekat dengan pendengarnya. Beruntung, Classy FM tetap bisa survive, tumbuh dan berkembang dengan baik, sehingga ini yang membuat saya tetap bertahan, disamping banyaknya proses pembelajaran yang telah saya dapatkan di perusahaan sampai saat ini," ungkapnya.

Dalam perjalanan karirnya bersama Classy FM, ia juga mengalami pasang surut. "Diawal berdiri, kita juga masih sama-sama belajar soal dunia radio. Untuk segi finansial kita juga masih belum semapan ini. Saat itu, kita harus bekerja keras dan memikirkan hal-hal yang bisa membuat kita untuk tetap survive ke depannya. Nah, dengan dukungan penuh direksi, kita mulai melakukan pemetaan dan sistem manajemen yang baik. Kita belajar dan belajar lagi sehingga semuanya bisa survive. Dan tahun 2005 menjadi titik bangkit bagi kita," kenangnya.
Bagi Freddy, usia 17 tahun merupakan usia yang penuh dengan hal yang sangat menantang dan menguji sesuai dengan tema Ulang Tahun radio tahun ini, muda dan profesional, tepatnya 18 Maret 2017. Selain itu, muda dan profesional bagi dia merupakan usia dimana produktivitas harus lebih tinggi dan meningkat dan profesional kerja harus dijunjung tinggi. "Sehingga usia 17 benar-benar menjadi usia muda yang bisa menjunjung profesional,"katanya.

Weekly Programs
Program Jam
The Broadcasters