Padang, Radio Classy FM - Direktur Utama PT Semen Padang periode 1990-1995 Ir. Erfaim Hauzan Nizar Datuk Kayo meninggal Kamis (14/03/2024) dalam usia 86 tahun. Ia tutup usia di RSUP Dr. M Djamil Padang sekitar pukul 13.15 WIB.
Direktur Utama PT Semen Padang Indrieffouny Indra menyampaikan sangat berduka dan kehilangan atas kepergian almarhum E.H. Nizar Dt Kayo.
"Beliau peletak dasar pengembangan PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa. Beliau adalah teknokrat industri semen yang sangat visioner. PT Semen Padang sangat berduka dan kehilangan dengan kepergian beliau," kata Indrieffouny.
Almarhum E.H. Nizar Datuk Kayo meninggalkan satu orang istri, tiga orang anak dan 9 cucu. Jenazah almarhum akan dimandikan dan dikafani di rumah duka Perumahan Palimo Indah, Jumat pagi (15/3/2024). Almarhum rencananya dibawa ke Kampung Koto Gadang untuk dimakamkan di sana pada Jumat pagi. Ia merupakan alumni ITB yang berasal dari Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat.
Setelah purna tugas, almarhum masih aktif membagikan ilmu dan keahliannya dengan menjadi pimpinan di Yayasan Pengembangan Persemenan Indonesia. Kepiawaiannya dalam industri semen sungguh merupakan panutan bagi generasi penerus. (*)
Keep reading
More from Hot Release
Fadli Zon Gagas Indarung Biennale, Dorong Indarung I Jadi Pusat Seni dan Budaya
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong pemanfaatan Pabrik Indarung I sebagai pusat seni dan kebudayaan berskala nasional dan internasional, salah satunya lewat gagasan Indarung Biennale setiap dua tahun.
Dirkeu PT Semen Padang Kemukakan Fakta Ilmiah Konstruksi Jam Gadang di Seminar Internasional, Soroti Peran Teknologi Beton
Direktur Keuangan PT Semen Padang memaparkan fakta ilmiah seputar konstruksi Jam Gadang dalam sebuah seminar internasional, menyoroti peran teknologi beton dan meluruskan narasela sejarah seputar penggunaan putih telur sebagai bahan perekat.
235 Atlet dari 60 Daerah Berlaga di Kejurnas Junior Tenis IMTC-Semen Padang Cup 2026
Direktur Utama PT Semen Padang resmi membuka Kejurnas Junior Tenis TDP IMTC-Semen Padang Cup 2026 yang diikuti 235 atlet dari 60 daerah di Indonesia, jumlah peserta terbanyak sepanjang penyelenggaraan.