Menteri Kebudayaan Fadli Zon Kunjungi Pabrik Indarung I, Dorong Revitalisasi Jadi Ruang Seni dan Budaya
PADANG (12/3/2026) — Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, mengunjungi kawasan Pabrik Indarung I milik PT Semen Padang yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional dalam rangka meninjau langsung potensi pengembangan kawasan bersejarah tersebut menjadi ruang seni dan budaya, Kamis (12/3/2026).
Kedatangan Menteri Kebudayaan Fadli Zon tersebut disambut langsung oleh Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, Direktur Keuangan Iskandar Z. Lubis, Direktur Operasi Andria Delfa, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino, dan Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Saiful Bahri.
Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk melihat lebih dekat jejak sejarah industri semen di Indonesia. Pabrik Indarung I sendiri merupakan pabrik semen pertama yang dibangun pada masa kolonial Belanda pada tahun 1910 dan menjadi salah satu tonggak awal perkembangan industri semen di kawasan Asia Tenggara.
Dalam kunjungannya itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyempatkan diri menelusuri berbagai bagian bangunan tua yang masih berdiri kokoh. Ia mengamati sejumlah mesin lama seperti kiln atau tungku pembakaran yang digunakan dalam proses produksi semen, termasuk peralatan teknologi lama yang membakar bahan slury hingga menjadi klinker, yakni bahan setengah jadi dalam pembuatan semen.
“Di sini kita masih bisa melihat banyak sekali mesin-mesin lama dan kiln yang dahulu digunakan untuk membakar slury menjadi klinker. Ini menunjukkan betapa pentingnya kawasan ini dalam sejarah perkembangan industri semen,” ujar Fadli Zon.
Fadli Zon juga melihat sejumlah bagian bangunan lainnya, termasuk gudang dan beberapa ruang besar yang dulunya digunakan untuk menunjang aktivitas produksi pabrik. Menurutnya, ruang-ruang tersebut memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali sebagai ruang publik yang hidup dan produktif.
Fadli Zon berharap bangunan-bangunan yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya itu tidak hanya dipertahankan secara fisik, tetapi juga diaktivasi kembali agar memiliki fungsi baru yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Kita berharap bangunan-bangunan yang sudah menjadi cagar budaya ini bisa diaktivasi kembali. Ada beberapa ruangan yang cukup besar yang sangat potensial dijadikan ruang pameran, galeri seni, maupun tempat pertunjukan,” jelasnya.
Ia meyakini, jika dikelola secara kolaboratif, kawasan bersejarah ini dapat berkembang menjadi pusat kegiatan seni dan budaya yang tidak hanya menjaga warisan sejarah, tetapi juga membuka ruang ekspresi bagi masyarakat.
“Ini bisa menjadi tambahan ruang bagi para seniman dan komunitas untuk berekspresi. Tentunya hal ini membutuhkan kerja sama antara Kementerian Kebudayaan, PT Semen Padang, Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, serta komunitas-komunitas yang peduli terhadap pelestarian cagar budaya,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengucapkan terima kasih atas kunjungan Menteri Kebudayaan Fadli Zon tersebut. Menurutnya, kehadiran Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap pelestarian kawasan bersejarah yang dimiliki oleh perusahaan semen tertua di Indonesia tersebut.
“Kami dari manajemen PT Semen Padang mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang telah berkunjung ke Pabrik Indarung I. Tujuan beliau datang untuk melihat langsung fasilitas yang ada, karena ada rencana dari Kementerian Kebudayaan untuk mereaktivasi kawasan ini agar bisa dimanfaatkan sebagai galeri seni maupun art space,” ujar Win Bernadino.
Ia menambahkan, pihak perusahaan menyambut baik rencana tersebut selama tetap menjaga keaslian dan nilai historis dari bangunan yang ada. Bagi PT Semen Padang, kawasan Indarung I bukan sekadar bangunan lama, tetapi merupakan bagian penting dari sejarah industri semen di Indonesia.
“Harapan kami, dengan adanya program ini, kita tetap dapat mempertahankan keaslian sejarah Semen Padang sekaligus sejarah industri semen di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara,” katanya.
Win juga menekankan bahwa keberadaan pabrik di kawasan Indarung memiliki peran besar dalam perkembangan teknologi konstruksi di Indonesia, khususnya dalam peralihan dari penggunaan material tradisional seperti kayu menuju material berbasis beton yang lebih modern dan tahan lama.
“Sejarah pabrik semen di Indarung ini menjadi pembuka bagi perkembangan teknologi konstruksi. Dari yang sebelumnya mungkin lebih banyak menggunakan kayu, kemudian berkembang ke penggunaan beton hingga seperti yang kita kenal sekarang,” jelasnya.
Lebih dari satu abad berdiri, PT Semen Padang masih bertahan dan terus berkontribusi bagi pembangunan nasional. Bagi perusahaan, pelestarian kawasan Pabrik Indarung I menjadi bagian dari upaya menjaga warisan sejarah sekaligus memperkenalkan perjalanan panjang industri semen kepada generasi mendatang.
“Alhamdulillah, PT Semen Padang masih bertahan hingga saat ini, dan kita berharap ke depan sejarah ini tetap terjaga serta bisa terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” tutup Win Bernadino.
Keep reading
More from Hot Release
Hot Release
Rencanakan ke Baitullah Sejak Usia Produktif, Insan Semen Padang Group Dibekali Literasi Keuangan Haji
Menunaikan ibadah haji kini tak lagi sekadar menjadi impian di usia pensiun bagi karyawan PT Semen Padang Group. Melalui kegiatan Sosialisasi dan Literasi Keuangan Haji bertema “Membangun Kesiapan Finansial Menuju Ibadah Haji” yang digelar di Gedung Serba Guna Semen Padang, Kamis (17/9/2026), hampir seratusan insan perusahaan mendapatkan strategi praktis, edukasi terpadu, hingga kemudahan langsung untuk merencanakan perjalanan ke Tanah Suci sejak dini.
Hot Release
Lima Personel TRC Semen Padang Dikerahkan Bantu Penanganan Galodo di Kabupaten Solok
Banjir bandang atau galodo menerjang kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, pada Senin (21/9/2026) malam. Arus deras membawa material lumpur, batu, dan potongan kayu yang berdampak terhadap sejumlah titik di kawasan tersebut serta mengganggu akses jalan.
Hot Release
Usaha Sarapan Pagi Jadi Penopang Keluarga Rika Hijra Setelah Suami Terdampak PHK
Aroma masakan dari dapur usaha sarapan pagi rintisan Rika Hijra (47) di Jalan Sutomo, Kelurahan Kubu Marapalam, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, menjadi bagian dari perjalanan panjang keluarganya melewati masa-masa sulit. Sejak dirintis bersama suaminya, Kurniawan Eka Putra (50), pada 2020, usaha sederhana tersebut perlahan tumbuh dan kini menjadi sumber penghasilan utama keluarga.