PADANG (15/8/2022) - Peta persaingan industri semen nasional saat ini semakin ketat, seiring dengan bermunculannya para pemain semen baru di Tanah Air. Ditambah lagi dengan kondisi over supply yang membuat semakin tajamnya tingkat kompetisi di pasar.
Melihat kondisi itu, PT Semen Padang sebagai bagian dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG , terus meningkatkan kinerjanya. Salah satunya, dengan mengejar target pasar di luar negeri melalui ekspor.
Group Head of Sales PT Semen Indonesia (Persero), Tbk (SIG) Juhans Suryantan mengatakan, saat ini, Maldives, Sri Lanka, Australia dan Bangladesh adalah market utama ekspor PT Semen Padang ke luar negeri. PT Semen Padang rutin mengirim semen dan klinker ke negara tersebut.
“Pasar luar negeri harus dipertahankan dan ditingkatkan, karena persaingan di dalam negeri (nasional) semakin ketat seiring bermunculnya produsen semen baru. Apalagi kondisi persemenan nasional dalam kondisi over supply,” kata Juhans Suryantan, Senin (15/8/2022).
Senior Manager of Export Sales SIG, Fifit Abriyanto menambahkan, ekspor semen dan klinker ke berbagai negara oleh PT Semen Padang, sudah berlangsung sejak 2008.
“Khusus negara Australia, telah dimulai sejak 2016 dan PT Semen Padang adalah perusahaan semen pertama yang berada di bawah holding SIG yang mengekspor semen ke Australia,” katanya.
Terkait ekspor selama bulan Juli 2022, Fifit menjelaskan, PT Semen Padang mengekspor sebanyak 73.601 Metric Ton (MT) klinker ke Bangladesh. Jumlah tersebut, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2021, yaitu sebanyak 68.185 MT.
“Kami berharap pencapaian ini terus ditingkatkan agar target ekspor klinker sebanyak 1,8 juta MT di tahun 2022 ini terwujud. Kami optimis PT Semen Padang dapat mewujudkan target tersebut," kata Fifit.
Untuk ekspor semen, kata Fifit melanjutkan, PT Semen Padang juga mengekspor semen ke Maldives dan Sri Lanka. Pada semester I tahun 2022, sebanyak 227.442 MT semen telah dieskpor ke dua negara tersebut.
“Rinciannya, Maldives sebanyak 60.508 MT dan Sri Lanka 166.934 MT. Tipe semen yang diekspor oleh PT semen Padang ke dua negara tersebut adalah semen tipe OPC (42.5N),” pungkas Fifit.
Tentang Semen Padang
PT Semen Padang adalah salah satu anak usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG yang berdiri pada 18 Maret 1910. Dengan pengalaman lebih satu abad, PT Semen Padang menghasilkan produk semen yang berkualitas, yang didukung sistem pemasaran terpadu melalui distribusi darat dan laut serta diperkuat pabrik pengantongan, yang tersebar hampir di seluruh area pemasaran untuk memastikan produk selalu memenuhi kebutuhan pelanggan.
PT Semen Padang senantiasa melakukan transformasi organisasi melalui langkah-langkah strategis untuk tetap bertahan dan berkembang di tengah kompetisi yang kian ketat, seperti sentralisasi fungsi strategis dalam hal penjualan yang didukung oleh Supply Chain Management (SCM) yang baik, serta pengadaan, distribusi, ekspor semen dan klinker yang berjalan baik.(*)
Keep reading
More from Hot Release
Hot Release
Rencanakan ke Baitullah Sejak Usia Produktif, Insan Semen Padang Group Dibekali Literasi Keuangan Haji
Menunaikan ibadah haji kini tak lagi sekadar menjadi impian di usia pensiun bagi karyawan PT Semen Padang Group. Melalui kegiatan Sosialisasi dan Literasi Keuangan Haji bertema “Membangun Kesiapan Finansial Menuju Ibadah Haji” yang digelar di Gedung Serba Guna Semen Padang, Kamis (17/9/2026), hampir seratusan insan perusahaan mendapatkan strategi praktis, edukasi terpadu, hingga kemudahan langsung untuk merencanakan perjalanan ke Tanah Suci sejak dini.
Hot Release
Lima Personel TRC Semen Padang Dikerahkan Bantu Penanganan Galodo di Kabupaten Solok
Banjir bandang atau galodo menerjang kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, pada Senin (21/9/2026) malam. Arus deras membawa material lumpur, batu, dan potongan kayu yang berdampak terhadap sejumlah titik di kawasan tersebut serta mengganggu akses jalan.
Hot Release
Usaha Sarapan Pagi Jadi Penopang Keluarga Rika Hijra Setelah Suami Terdampak PHK
Aroma masakan dari dapur usaha sarapan pagi rintisan Rika Hijra (47) di Jalan Sutomo, Kelurahan Kubu Marapalam, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, menjadi bagian dari perjalanan panjang keluarganya melewati masa-masa sulit. Sejak dirintis bersama suaminya, Kurniawan Eka Putra (50), pada 2020, usaha sederhana tersebut perlahan tumbuh dan kini menjadi sumber penghasilan utama keluarga.