Padang, Radio Classy FM - Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Semen Padang menggelar Lomba Baca Puisi di Club House, Kamis (14/8). Kegiatan berlangsung secara outdoor dan diikuti karyawan, tenaga outsourcing, serta anak karyawan di lingkungan Semen Padang Group, termasuk siswa Yayasan Igasar Semen Padang.
Direktur Keuangan PT Semen Padang, Iskandar Z Lubis, mengatakan kemerdekaan bukan sekadar peristiwa sejarah 17 Agustus 1945, tetapi semangat yang harus terus dihidupkan.
“Hari ini kita merayakan kemerdekaan dengan cara berbeda—melalui kata-kata, irama, dan makna mendalam dalam Lomba Baca Puisi. Puisi adalah cermin jiwa yang merangkai rasa syukur, mengenang perjuangan pahlawan, sekaligus menyalakan semangat generasi penerus,” ujarnya.
Lomba puisi kali ini mengangkat karya-karya sastrawan Taufik Ismail. Menurut Iskandar, karya penyair besar tersebut menjadi pengingat bahwa sastra mampu menyentuh hati, membentuk karakter, dan menumbuhkan rasa cinta tanah air.
Ia mengapresiasi keterlibatan berbagai kalangan, mulai dari karyawan, rekan outsourcing, hingga siswa Yayasan Igasar Semen Padang. “Inilah wujud kebersamaan keluarga besar kita, bersatu dalam seni, merajut semangat untuk Indonesia yang lebih maju,” katanya.
Kegiatan ini juga selaras dengan Asta Cita ke-8, yaitu mewujudkan kebudayaan yang maju dan berkepribadian dalam kebudayaan nasional. PT Semen Padang berupaya menanamkan nilai-nilai seni, sastra, dan literasi sebagai bagian dari pembentukan karakter bangsa. “Selain mendukung Asta Cita Presiden melalui budaya dan seni puisi, kegiatan ini juga dijadikan semangat dari Ranah Minang Membangun Indonesia”, ujar Iskandar.
Ketua Forum Komunikasi Karyawan Semen Padang Group (FKKSPG), Freddo Syukri, menilai tingginya partisipasi menunjukkan besarnya minat insan Semen Padang terhadap seni sastra. “Sebanyak 80 peserta mengirimkan video seleksi awal, dan 30 peserta tampil langsung. Antusias ini bisa menjadi modal pembentukan komunitas seni sastra dan literasi di lingkungan perusahaan,” ujarnya.
PIC Lomba Puisi, Feri Febrizon, menyampaikan bahwa lomba berlangsung dari pagi hingga siang dengan penilaian ketat dari dewan juri. Adapun para pemenang adalah:
Kategori Anak• Juara I: Shauqia Almaira• Juara II: Lidiesia Syakira Ma’ruf• Juara III: M Atharauf Farzan• Juara Favorit: Rafif Akhtar Alfarizqi
Kategori Remaja• Juara I: Suci Khairunnisa• Juara II: Aziva Putri Yuditia• Juara III: Rahman Raifa Putra• Juara Favorit: Neta Tri Rahma
Kategori Karyawan• Juara I: Vischa Dipama• Juara II: Jhon Indra• Juara III: Dewi Sasrina• Juara Favorit: Suhatman
Dengan semangat kebersamaan, lomba ini menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-80 RI di PT Semen Padang sekaligus membuktikan bahwa seni dan sastra dapat berjalan seiring dengan dinamika industri.
Keep reading
More from Hot Release
Hot Release
Rencanakan ke Baitullah Sejak Usia Produktif, Insan Semen Padang Group Dibekali Literasi Keuangan Haji
Menunaikan ibadah haji kini tak lagi sekadar menjadi impian di usia pensiun bagi karyawan PT Semen Padang Group. Melalui kegiatan Sosialisasi dan Literasi Keuangan Haji bertema “Membangun Kesiapan Finansial Menuju Ibadah Haji” yang digelar di Gedung Serba Guna Semen Padang, Kamis (17/9/2026), hampir seratusan insan perusahaan mendapatkan strategi praktis, edukasi terpadu, hingga kemudahan langsung untuk merencanakan perjalanan ke Tanah Suci sejak dini.
Hot Release
Lima Personel TRC Semen Padang Dikerahkan Bantu Penanganan Galodo di Kabupaten Solok
Banjir bandang atau galodo menerjang kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, pada Senin (21/9/2026) malam. Arus deras membawa material lumpur, batu, dan potongan kayu yang berdampak terhadap sejumlah titik di kawasan tersebut serta mengganggu akses jalan.
Hot Release
Usaha Sarapan Pagi Jadi Penopang Keluarga Rika Hijra Setelah Suami Terdampak PHK
Aroma masakan dari dapur usaha sarapan pagi rintisan Rika Hijra (47) di Jalan Sutomo, Kelurahan Kubu Marapalam, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, menjadi bagian dari perjalanan panjang keluarganya melewati masa-masa sulit. Sejak dirintis bersama suaminya, Kurniawan Eka Putra (50), pada 2020, usaha sederhana tersebut perlahan tumbuh dan kini menjadi sumber penghasilan utama keluarga.