Agam, Radio Classy FM - PT Semen Padang hari ini tiba di lokasi terparah banjir bandang akibat bencana hidrometeorologi di wilayah Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Selasa (2/1/2025).
Koordinator Lapangan Semen Padang Peduli Hendra Wayan mengatakan, setelah dilepas manajemen PT Semen Padang kemarin, pihaknya bersama ESDM Siaga Bencana langsung bertolak ke Posko Utama Bencana Agam yang berada di Kantor Bupati Agam, di Lubuk Basung.
“Hari ini kita sudah sampai di lokasi di wilayah Salareh Aia. Kita langsung mendirikan tenda untuk dijadikan Posko Semen Padang Peduli di Kampung Tangah, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam,” katanya.
Hendra Wayan menambahkan, ada beberapa pertimbangan pihaknya mendirikan tenda di lokasi Kampung Tangah ini. Menurutnya, lokasi ini berada di ketinggian dan dekat dengan Posko Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memudahkan koordinasi.
“Setelah Posko Semen Padang Peduli didirikan, kita akan langsung mendistribusikan bantuan dari PT Semen Padang ke masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Hendra Wayan menyebutkan, selain itu Semen Padang Peduli juga telah menurunkan 3 personel yang terjun langsung dengan tim gabungan lainnya untuk melakukan pencarian korban yang masih hilang.
Seperti diberitakan sebelumnya, PT Semen Padang kembali menunjukkan komitmen dan kepedulian sosialnya dalam penanganan bencana di Sumatera Barat. Melalui Semen Padang Peduli dan ESDM Siaga Bencana, perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara itu mengirim relawan, tenaga medis, dan bantuan logistik ke Kabupaten Agam, Senin (1/12/2025).
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengatakan, bantuan ini merupakan wujud tanggung jawab moral perusahaan yang tumbuh dan besar di Sumbar. Langkah ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden RI, khususnya poin ke-5 tentang peningkatan kualitas lingkungan hidup dan poin ke-7 mengenai penguatan ketahanan bencana. Kami berharap kehadiran relawan dapat mempercepat pemulihan pascabencana.
Berdasarkan laporan BPBD Agam, 16 kecamatan terdampak banjir bandang dan longsor. Kondisi terparah berada di Kecamatan Malalak dan Palembayan, dengan banyak rumah dan fasilitas umum rusak serta akses jalan terputus. Hingga kini, 78 warga masih dinyatakan hilang, sementara empat nagari masih terisolasi dan hanya dapat diakses dengan helikopter.
Dengan mempertimbangkan situasi tersebut, PT Semen Padang memusatkan aksi kemanusiaan di Kecamatan Palembayan. “Tim mendirikan Posko Semen Padang Peduli dan ESDM Siaga Bencana serta dapur umum di Nagari Salareh Aia Timur. Relawan membantu pencarian korban, membersihkan fasilitas umum, dan menyalurkan bantuan logistik. Tenaga medis dari Semen Padang Hospital juga disiagakan untuk layanan kesehatan,” kata Win Bernadino.
Keep reading
More from Hot Release
Hot Release
Rencanakan ke Baitullah Sejak Usia Produktif, Insan Semen Padang Group Dibekali Literasi Keuangan Haji
Menunaikan ibadah haji kini tak lagi sekadar menjadi impian di usia pensiun bagi karyawan PT Semen Padang Group. Melalui kegiatan Sosialisasi dan Literasi Keuangan Haji bertema “Membangun Kesiapan Finansial Menuju Ibadah Haji” yang digelar di Gedung Serba Guna Semen Padang, Kamis (17/9/2026), hampir seratusan insan perusahaan mendapatkan strategi praktis, edukasi terpadu, hingga kemudahan langsung untuk merencanakan perjalanan ke Tanah Suci sejak dini.
Hot Release
Lima Personel TRC Semen Padang Dikerahkan Bantu Penanganan Galodo di Kabupaten Solok
Banjir bandang atau galodo menerjang kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, pada Senin (21/9/2026) malam. Arus deras membawa material lumpur, batu, dan potongan kayu yang berdampak terhadap sejumlah titik di kawasan tersebut serta mengganggu akses jalan.
Hot Release
Usaha Sarapan Pagi Jadi Penopang Keluarga Rika Hijra Setelah Suami Terdampak PHK
Aroma masakan dari dapur usaha sarapan pagi rintisan Rika Hijra (47) di Jalan Sutomo, Kelurahan Kubu Marapalam, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, menjadi bagian dari perjalanan panjang keluarganya melewati masa-masa sulit. Sejak dirintis bersama suaminya, Kurniawan Eka Putra (50), pada 2020, usaha sederhana tersebut perlahan tumbuh dan kini menjadi sumber penghasilan utama keluarga.