Padang, Radio Classy FM - Pengprov International Pickleball Federation (IPF) Sumatera Barat untuk pertama kalinya menggelar turnamen terbuka tingkat provinsi di Lapangan Tenis PT Semen Padang, Sabtu–Minggu (3–4 Mei 2025). Turnamen bertajuk Tarmizi Mawardi Cup I ini diikuti 62 tim, terdiri dari 32 tim putra dan 30 tim putri.
Turnamen dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar, Meifrizon, yang melakukan pemukulan bola pertama bersama Anggota DPR RI Nevi Zuairina, Direktur Operasi PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, dan Ketua Pengprov IPF Sumbar Tarmizi Mawardi.
Direktur Operasi PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada IPF Sumbar atas terselenggaranya ajang olahraga ini. “Atas nama manajemen PT Semen Padang, kami bangga bisa mendukung semangat sportivitas dan pembinaan prestasi, khususnya pada cabang olahraga baru seperti pickleball yang mulai berkembang di Sumatera Barat,” ujarnya.
Ia menambahkan, turnamen ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan membina potensi atlet muda daerah agar bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Kemajuan suatu daerah tak hanya diukur dari pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusianya, termasuk semangat juang, kedisiplinan, dan sportivitas yang tumbuh lewat olahraga,” katanya.
Anggota DPR RI, Nevi Zuairina, yang turut hadir dan bermain di turnamen ini, mengaku bangga dengan makin dikenalnya pickleball di tengah masyarakat Sumbar. “Saya senang bisa ikut bermain pickleball pagi ini bersama teman-teman. Olahraga ini menyenangkan dan punya potensi besar,” ucapnya.
Nevi juga menyampaikan apresiasi kepada PT Semen Padang atas komitmennya dalam mendukung berbagai kegiatan pembangunan manusia, termasuk di bidang olahraga.
Hal senada disampaikan Kepala Dispora Sumbar, Meifrizon. Ia mengapresiasi PT Semen Padang yang selama ini aktif mendukung kegiatan positif masyarakat di bidang pendidikan, sosial, dan olahraga.
“Kegiatan ini menjadi bukti nyata pembinaan olahraga di tingkat daerah. Turnamen ini bukan hanya ajang kompetisi, tapi juga media silaturahmi dan pengembangan bakat atlet-atlet muda Sumbar agar mampu bersaing di tingkat nasional,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua IPF Sumbar, Tarmizi Mawardi, mengatakan bahwa pickleball merupakan cabang olahraga baru yang akan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, dan saat ini sudah mulai digemari masyarakat Sumbar.
“Kami merasa bangga bisa memperkenalkan olahraga ini di Sumbar, dan melihat antusiasme yang tinggi dari para peserta,” ujarnya.
Tarmizi menambahkan, turnamen ini juga menjadi bagian dari persiapan menjelang debut resmi pickleball di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat tahun 2025.
Keep reading
More from Hot Release
Hot Release
Rencanakan ke Baitullah Sejak Usia Produktif, Insan Semen Padang Group Dibekali Literasi Keuangan Haji
Menunaikan ibadah haji kini tak lagi sekadar menjadi impian di usia pensiun bagi karyawan PT Semen Padang Group. Melalui kegiatan Sosialisasi dan Literasi Keuangan Haji bertema “Membangun Kesiapan Finansial Menuju Ibadah Haji” yang digelar di Gedung Serba Guna Semen Padang, Kamis (17/9/2026), hampir seratusan insan perusahaan mendapatkan strategi praktis, edukasi terpadu, hingga kemudahan langsung untuk merencanakan perjalanan ke Tanah Suci sejak dini.
Hot Release
Lima Personel TRC Semen Padang Dikerahkan Bantu Penanganan Galodo di Kabupaten Solok
Banjir bandang atau galodo menerjang kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, pada Senin (21/9/2026) malam. Arus deras membawa material lumpur, batu, dan potongan kayu yang berdampak terhadap sejumlah titik di kawasan tersebut serta mengganggu akses jalan.
Hot Release
Usaha Sarapan Pagi Jadi Penopang Keluarga Rika Hijra Setelah Suami Terdampak PHK
Aroma masakan dari dapur usaha sarapan pagi rintisan Rika Hijra (47) di Jalan Sutomo, Kelurahan Kubu Marapalam, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, menjadi bagian dari perjalanan panjang keluarganya melewati masa-masa sulit. Sejak dirintis bersama suaminya, Kurniawan Eka Putra (50), pada 2020, usaha sederhana tersebut perlahan tumbuh dan kini menjadi sumber penghasilan utama keluarga.