Padang, Radio Classy FM - PT Semen Padang menggelar Seminar Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2024 dengan tema Budayakan K3, Sehat dan Selamat dalam Bekerja, Terjaga Keberlangsungan Usaha, di Gedung Serba Guna (GSG) PT Semen Padang itu, Jumat (16/2/2024). Seminar itu menghadirkan narasumber Alfonsius Ariawan yang merupakan Ahli K3 dan Principal DSS (Formerly Afiliasi Dupont Company).
Dihadiri ratusan karyawan, seminar tersebut sekaligus menjadi rangkaian acara penutupan Bulan K3 Nasional di PT Semen Padang yang ditutup secara resmi oleh Direktur Utama, Indrieffouny Indra yang juga hadir Direktur Operasi PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar, dan Direktur Keuangan & Umum, Oktoweri.
Dirut PT Semen Padang Indrieffouny Indra dalam sambutannya menyampaikan, budaya K3 merupakan aspek vital pada saat ini. Oleh karena itu, penerapan budaya K3 diharapkan bisa menjadi sebuah strategi teknis yang mudah dipahami dan diterapkan di setiap kegiatan usaha.
"Apabila K3 terlaksana dengan baik, maka kasus kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dapat ditekan, dan biaya-biaya yang tidak perlu dapat dihindari hingga tercapai suasana kerja yang aman, nyaman, sehat dan meningkatnya produktivitas kerja. Untuk itu, mari kita implementasikan K3 ini sesuai dengan prosedurnya," kata Indrieffouny.
Orang nomor satu di perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara itu berharap melalui seminar ini, karyawan dapat mengetahui lebih dalam terkait unsafe action dan unsafe condition dalam kegiatan operasional sehari-hari, sehingga dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja.
"Semen Padang ini adalah sawah ladang kita. Jadi, mari kita jaga sawah ladang kita ini untuk kesejahteraan kita bersama dan keluarga, serta untuk generasi kita yang akan datang," ajak Indrieffouny sembari menyampaikan terima kasih kepada panitia Bulan K3 Nasional PT Semen Padang yang telah sukses menggelar seminar K3 dan berbagai kegiatan Bulan K3 lainnya.
Ketua Panitia Bulan K3 Nasional PT Semen Padang, Ilham Akbar mengatakan, pihaknya sejak 17 Januari hingga 16 Februari 2024 ini, telah melaksanakan sejumlah kegiatan dan perlombaan yang diikuti setiap unit kerja. Selain seminar K3, juga ada kampanye K3 melalui pemasangan spanduk, poster, dan baliho, serta lomba poster dan video K3.
Kemudian, penilaian Tempat Kerja Teladan dengan melibatkan 47 area kerja, penilaian 5P rumah dinas kategori Aman Sehat Rapi Indah (ASRI), lomba SHE Challenge, lomba safety talk antarunit kerja dan lomba simulasi tanggap darurat antar Perusahaan Jasa Pertambangan (PJP) di lingkungan Departemen Tambang & Pengelolaan Bahan Baku.
"Selain untuk karyawan, kami pun juga menggelar kegiatan Aksi Gerakan Masyarakat Sehat untuk masyarakat di lingkungan perusahaan melalui sosialisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat di kawasan Padayo, Kelurahan Indarung, Lubuk Kilangan dengan menghadirkan narasumber Dokter Perusahaan, dr Andy Riva Dana dan Tim dari Puskesmas Lubuk Kilangan," ujarnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada manajemen PT Semen Padang yang telah mendukung semua rangkaian kegiatan Bulan K3 Nasional. "Semoga, berbagai kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran kita untuk semakin membudayakan K3 di lingkungan perusahaan, maupun di lingkungan tempat tinggal," ungkap Ilham.
Ahli K3 dan Principal DSS, Alfonsius Ariawan menyampaikan bahwa untuk meningkatkan kinerja safety, maka ada 4 pilar yang harus diingat. Pilar pertama, adalah proses dan teknologi. Proses ini harus diimplementasikan sesuai dengan prosedur dan jelas, kemudian harus menggunakan alat atau teknologi yang tepat, dan mengaktifkan kebiasaan sistem/manajemen.
Kemudian Pilar kedua, yaitu kompetensi. Kata dia, kalau ada proses yang bagus tapi pekerja kurang kompeten, maka manajemen perusahaan tidak mendapatkan apa yang diinginkan. Maka dari itu, manajemen jangan hanya fokus pada prosedur dan sistemn-sistem, tapi harus mengingat bagaimana manajemen bisa meningkatkan kompetensi karyawannya di lapangan.
"Selanjutnya pilar ketiga, adalah mindsets dan behaviors. Pada pilar ini, bagaimana kita bisa mengubah pola pikir pekerja yang berbasis risiko atau sensitif terhadap resiko, sehingga pekerja dapat memiliki rasa kepedulian dan bangga terhadap apa yang mereka kerjakan, disamping mereka juga merasa memiliki kepemimpinan yang terasa," ujarnya
Terakhir, Alfonsius mengatakan, adalah pilar Governance Management, di mana pada pilar ini harus dilakukan KPI sesuai dengan tujuan leading maupun lagging. "Kemudian, melakukan sistem manajemen kerja berbasis risiko, sehingga organisasi terus berlajar menghilangkan insiden yang berulang," pungkasnya.(*)
Keep reading
More from Hot Release
Hot Release
Kopi Bantjah Tak Lagi Sekadar Biji Kopi, Kini Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah
Kopi Bantjah yang dikembangkan masyarakat Koto Baru, Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, kini tidak lagi hanya dimanfaatkan sebagai komoditas perkebunan. Melalui pengembangan berbagai produk turunan, kopi lokal tersebut mulai membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, termasuk perempuan dan generasi muda, dengan dukungan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Semen Padang.
Hot Release
Akademi Jago Bangunan PT Semen Padang Hadir di Bengkulu Selatan, 101 Tukang Ikuti Sertifikasi Kompetensi
Sebanyak 101 tenaga konstruksi di Kabupaten Bengkulu Selatan mengikuti Akademi Jago Bangunan yang digelar PT Semen Padang di Manna Water Park, Manna, Rabu (30/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para tukang untuk memperkuat pengetahuan teknis sekaligus mengikuti proses sertifikasi kompetensi di bidang konstruksi.
Hot Release
Sambut HUT ke-26, FKIKSP Salurkan Bantuan Rp10,23 Juta untuk Panti Asuhan Al Hurul Ain
Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26, Forum Komunikasi Istri Karyawan Semen Padang (FKIKSP) menyalurkan bantuan senilai Rp10.233.860 kepada Panti Asuhan Anak dan Balita Al Hurul Ain, Kota Padang, Jumat (2/10/2026). Bantuan tersebut merupakan hasil lelang amal yang digelar keluarga besar FKIKSP sebagai wujud kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan.