2013 Sumbar Jadi Sentra Sapi Perah Indonesia
PDF Print E-mail
Selasa, 22 Januari 2013 | Padang. Sumatera Barat pada tahun ini akan menjadi sentra pengembangan sapi perah di Indonesia bersama 3 daerah lainnya, yaitu Jatim, Jabar dan Jateng. Hal tersebut merupakan salah satu langkah, menjadikan Sumbar swasembada susu pada tahun 2020 mendatang. Dengan adanya swasembada susu tersebut, menyebabkan tarif biaya import di Indonesia menjadi Rp 0,-.

Kepala Dinas Peternakan Sumbar, Edwardi mengatakan, untuk mengembangkan sapi perah tersebut, ke-4 daerah di Indonesia akan dibantu oleh negara Swistzeland sebesar 47 Miliar Rupiah. Menurutnya, anggaran tersebut baru akan dibagikan, setelah adanya peninjauan kelapangan terkait kesiapan daerah, mulai dari SDM, peralatan, hingga ternak yang akan menghasilkan susu. Untuk itu, selain mempersiapkan semuanya, saat ini Sumbar tengah meminta penambahan sapi perah dari pemerintah pusat.


Sekarang ini, jumlah sapi perah yang dimiliki Sumbar masih kurang dari 1000 ekor, dengan penghasilan susu perharinya antara 900 hingga 2000 liter. Edwardi menargetkan, dengan adanya program sapi perah ini, ditargetkan akan ada penambahan 1000 ekor sapi perah lagi di Sumbar, dengan pengawasan yang intesif dari berbagai kalangan. Ditargetkan, pada tahun 2013 Sumbar juga akan mendapatkan tambahan sapi sebanyak 10.000 ekor, dari Kementrian BUMN.


Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno mengatakan, program swasembada sapi di Sumbar, sudah mulai efektif dilakukan sejak tahun 2010 lalu. Menurutnya, kemampuan Sumbar sebenarnya dapat menampung 3,2 juta ekor sapi, sedangkan saat ini baru 500 ribu ekor sapi yang baru di garap.(RNS)
 
Untuk dapat mendengarkan radio ini anda harus menginstall flash player klik disini untuk download
pupupu